Berbagi ide: program bantu pembuatan materi belajar berbasis TIK

scuba Apa kabar?

Ini adalah artikel pertama setelah berbulan-bulan miskin ide dan payah dalam manajemen waktu, hehe.. Tapi serius nih, riset memang menyita banyak sumber daya: waktu, tenaga fisik dan pikiran serta uang (ini yang seret biasanya). Di sini saya akan berbagi hasil pencarian saya tentang seluk beluk pembuatan materi belajar berbasis TIK. Meski demikian, perlu diketahui bahwa ini riset pribadi, dan ya, saya juga sadar ini bukan ide baru sebenarnya.

TIK, what is it anyway? Ada yang meyakini itu sebagai Teknologi Informasi dan Komunikasi, tapi juga ada yang menyatakan Teknologi Informasi dan Komputer. Ada lagi, Teknologi Informatika dan Komputer, atau Teknik Informatika dan Komputer (jangan-jangan siy). Well, pilih lah sendiri, saya lebih suka tidak ribut tentang itu.

Paling tidak untuk saat ini… scuba

Hm.. Jadi kembali ke topik, intinya bagaimana? Yah, komputer makin umum dilibatkan dalam proses belajar mengajar, dan beberapa jenis materi ternyata cenderung tidak berubah isinya. Jadi, mengapa harus (selalu) menyampaikan materi secara oral dan manual jika ada strategi yang membuat rutinitas itu menjadi lebih mudah lagi.

Salah satu cara menyampaikan materi adalah presentasi. Pada variasi yang paling sederhana, ujudnya ialah orasi dengan atau tanpa secoret atau dua coret catatan di papan tulis. Kadang ini dilakukan bermodal spontanitas, yakni tanpa persiapan tertulis, baik file maupun cetak. Dan ritual akan diulangi lagi di tahun (ajaran) depan. Begitu terus…

Alangkah lebih mudah jika semua itu berupa film, kita hanya perlu memutar di saat perlu, dan dijamin isinya akan konsisten. Dengan cara manual, aspek konsisten tersebut jelas tidak bisa dijamin, apalagi jika prosesnya berlangsung (selalu) mengandalkan spontanitas. Ya, memang, inkonsistensi tidaklah selalu berkonotasi buruk/salah. Hanya saja, dengan 1 file yang sama akan memudahkan evaluasi dan koreksi.

Terpikir oleh saya bahwa ini bakal butuh lebih dari sekedar Ms. Power Point atau Impress. Presentasi konvensional masih perlu narasi si penyaji, dan walau bisa saja menyisipkan file audio tetapi tetap ada area yang tak bisa ditangani oleh keduanya. Semua yang perlu live screen capture butuh alat bantu tambahan lagi. Contoh, Camtasia Studio. Demo instalasi program atau konfigurasi adalah contoh satu kasus yang membutuhkan alat bantu screen casting semacam Camtasia Studio tersebut.

Nah, barangkali artikel ini sebaiknya dimulai dari berbagi tentang temuan saya dalam pencarian atas perangkat lunak bantu untuk melakukan screen casting. Sekarang prasyarat umum dulu, saya memakai poin-poin berikut ini sebagai kriteria umum pencarian:

  1. bersifat freeware, atau free software. Mungkin membingungkan, apa beda keduanya? Yang pertama tersedia secara gratis, sedangkan yang kedua tidak hanya gratis, tetapi bebas. Lebih rincinya, silakan ikuti kedua tautan tersebut. Ini syarat mutlak.
  2. Menjalankan fungsi atau fitur sebagaimana yang dinyatakan pada deskripsinya. Maksud saya bukan soal kesempurnaan, tapi ketepatan; dan penting juga: tanpa basa-basi. Kira-kira seperti filosofi program di Unix: do one thing, and do it well. Ini juga mutlak.
  3. Sebaiknya cross-platform mengingat ada beberapa situasi yang mengharuskan saya bekerja di dua sistem berbeda. Ini tidak mutlak, hanya “preferably”.

Poin pertama disebabkan karena minimnya duit, dan soal kebebasan. Yang utama tentu duit ini. Ya benar, ada banyak yang bagus serta umum sehingga buku-buku tentangnya tersedia luas, tapi tidak murah (bagi saya) sementara memakainya tanpa membeli adalah bukan opsi (lagi-lagi bagi saya).

scuba Legalitas dan kebebasan semacam ini memang hal religius bagi saya…

Hm, tentang poin kedua, siapa sangka ada pembuat program yang benar-benar pelit? Saya juga tidak menyangka sebelumnya, tetapi nyatanya ada. Fitur pokok diperlihatkan seolah berfungsi, tapi file yang dihasilkan menyatakan kebalikannya. Cek screenshot ini. Jangan salah, nama program yang saya maksud bukan “PhotoME” seperti yang tampil mencolok di situ, tetapi namanya “Image Watermark”. Aspek lain dari poin kedua ini ialah, bebas dari nag screen. Biasanya ini khas di shareware, tapi bukan berarti freeware 100% bebas darinya. Image Watermark di atas merupakan contoh program yang gagal memenuhi poin dua ini, bukan hanya dibatasi fiturnya, malah tak menghasilkan sama sekali.

Poin ketiga telah jelas. Sebenarnya tuntutan poin itu secara natural bisa dipenuhi oleh free software, hanya saja, tidak semua free software saat ini telah tersedia secara multi-platform. Contohnya, XVidCap, saat ini hanya tersedia untuk platform aslinya, yakni Unix-like. Memakai satu progam di banyak sistem akan sangat membantu karena kita berhadapan dengan program yang sama, yang tentu cara pemakaiannya pun sama.

Well, agar artikel ini tetap “layak” sebagai artikel, ulasan agak detil tentang program-program bantu tersebut saya tulis di bagian mendatang saja. Kalau terlalu panjang akan terkesan sebagai skripsi, atau paling tidak membuat bosan pembacanya..:mrgreen:

scuba

9 responses to “Berbagi ide: program bantu pembuatan materi belajar berbasis TIK

  1. @ Yuan: sekali tau caranya, ini bs dipake utk berbagi ilmu, hampir apa aja.. Ga harus jd guru dlm arti konvensional, tiap org punya ksempatan utk jadi guru😎

    @ Baka-chan: enti gagal pertamax krn inponya Yuan dr SMS, klo enti kn dr plurk kn.. Hm, biar ntar adil, ane SMSin jg lah klo da posting baru…πŸ˜€

  2. Kemaren diminta pembinaan untuk RSBI di SMP tentang TIK. Dah banyak buat bahan presentasi sampe lembur dua malam. Eh..tahunya saat hari H hanya diminta jelasin risngkas aza coz guru2nya mo ada ada acara. Jadi deh hanya 10 menitπŸ˜€. Ga puas rasanya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s