Mmmh, I’ve no idea… *damn*

Artikel pertama setelah istirahat panjang.., tampaknya akan didominasi oleh kabar buruk (?)

Hah! Mari kita hitung saja…^^

Kadang teman lama bertanya, “Gimana kabarnya?“, yang biasanya cenderung saya jawab, “Yah biasa aja, ada kabar baik dan ada kabar buruk…” atau nada yang mirip dengan itu. Saya serius, walau mayoritas teman yang mendapat respon seperti itu mungkin menganggap saya kurang bersyukur, cenderung berpikiran negatif, atau tuduhan yang serupa.

Buat saya sederhana saja, ini kita hidup masih di dunia khan. Jadi, selama kita masih di sini, selalu saja ada dua-duanya; dipergilirkan. Saya enggan merespon dengan “Kabar baik koq” (dengan atau pun tanpa “alhamdulillah”) saja. Ini bagus, tapi tidak lengkap; bagaimana pun juga saya tidak lupa bahwa selain ada kabar “baik” ada juga beberapa kejadian yang tidak saya inginkan, yang itu tidak enak (buat saya tentu saja).

Semua urusan seorang muslim baik…, kita tahu ini dari hadits; that’s right, I’ve no argumentation against it

Yang saya maksud ialah dalam konteks manusiawinya. Jika saja, misalnya, di suatu pagi Anda bangun, bisa sholat subuh, ini kabar baik. Agak siang sedikit —innalillahi— famili Anda yang juga masih tetangga meninggal dunia. Anda sedih (pasti, masa’ senang?) dan secara manusiawi orang tidak menyebut ini kabar yang “baik” lalu bersikap searah dengan itu (yakni dengan tertawa atau tersenyum).

Kalau setelah titik waktu itu kebetulan ditanya teman tentang kabar Anda, saya kurang yakin sih Anda akan mengucapkan “Alhamdulillah, kabar baik” kecuali jika maksud Anda ialah menyembunyikan kabar meninggalnya si kerabat Anda tadi.

Tapi di Indonesia, khususnya Jawa barangkali lebih tepatnya, orang sering saya ketahui bersikap seperti ini: jika ada orang jatuh, nasehatnya, “syukur, walau jatuh tapi tidak ada yang patah“; kalau orang itu jatuh dan patah kaki atau tangannya, nasehatnya, “syukurlah, cuma patah saja, toh masih hidup“. Dan jika orang tadi jatuh, tubuh patah-patah dan koit sekaligus, maka katanya, “syukurlah kita masih diberi umur panjang, makanya kita harus hati-hati kalau naik motor tu…“.

Nah loh, sempatnya mengungkit soal kehati-hatian, yang secara tersirat “menuduh” si korban berarti telah ceroboh. Haha…πŸ˜€

Nah, menutup artikel ini adalah “daftar” kabar saya, agar adil, semuanya saja saya tulis walau tidak jelas apakah ini sudah cukup mewakili atau lengkap. Kabar buruk, beberapa orang berprinsip itu tidak perlu atau tidak boleh diceritakan; tapi saya lain. Lagian kalau tidak keliru, hadits mengatakan itu mimpi buruk kan? Bukan kabar buruk…

Nah, mana dulu?

Kabar baik dulu saja. Kabar saya standar saja…πŸ˜€

Alhamdulillah, sehat walau tetep kurus; masih kuat berjam-jam di depan komputer (termasuk tidurnya). Kesejahteraan standar, makan dan minum tercukupi (lagian saya biasa agak melarat dari dulu; makan belalang aja pernah). Bisa menabung, yah, untuk masa depan (bayar utang dan beli nisan maksudnya). Motor ada, yah walau bukan milik sendiri; masih kuat/bisa ke Djogja tiap bulan sekali untuk menengok adek-adek dan masjid kampus. Apa lagi? Yah, yang lain ya yang biasanya itu, tau khan.

Haa, giliran kabar “buruk”…

Harddisk 80 GB server Linux yang biasa saya andalkan untuk menunjang kegiatan mengajar, mati. Rusak total, tidak terdeteksi lagi di BIOS. Data berharga hilang, yang paling berharga ialah data e-learning, e-books dan kumpulan ISO beberapa distro Linux. Kejadian pas di tengah-tengah masa tugas akhir kelas 3. Sakitnya belum hilang sampai sekarang. Materi-materi yang hilang harus di-download ulang, kapan itu dan kapan selesainya, Allah saja yang tahu. Materi e-learning tidak bisa di-download ulang karena itu artikel saya sendiri dan beberapa rekan guru. Sedikit hiburan untuk ini: sudah ada harddisk pengganti.

Kelas yang saya tangani, mencetak prestasi yang memalukan banget (yee, memalukan koq disebut prestasi). Saya berharap berikutnya lagi Allah tidak menunjuk saya jadi wali kelas lagi; it is enough… *sigh*

Kabar buruk yang lebih “buruk” lagi, saya makin tak tahan dengan profesi saya. Saya temukan, bahwa saya terlalu idealis untuk ukuran dunia nyata di tempat saya bekerja saat ini. Makin waktu berlalu, kira-kira seperti jika kita menyelam makin dalam; tekanan menggila dari semua arah.

Masih ada pertanyaan-pertanyaan besar tentang masa depan; menuntut jawaban yang tepat. Bagaimana yang “tepat” itu? Nah itulah masalahnya, saya juga masih mengupayakannya.

Ini semua belum termasuk janji materi baru untuk blog ini, plus pemeriksaan blogroll dan sebagainya. Belum selesai; entah kapan. Yang jelas sementara ini libido gaming sedang tinggi dan menuntut penyaluran dengan cara yang “benar”…πŸ˜€

Well, siapa yang suka RTS? Yuk…:mrgreen:

10 responses to “Mmmh, I’ve no idea… *damn*

  1. seperti alm. kakekku bilang waktu meringis kesakitan selesai sunat (lha iyalah kesakitan, moso keenakan..) : “sabar, itu namanya lika liku laki laki…”, itu aja, tapi nasihatnya membekas sampai saat ini…

    *lha, hubungannya dengan postingan ini apa ya? cari aja sendiri deh ya… diinterpretasi masing2, sy tidak mau terkesan menggurui, moso menggurui guru, pamali ntarπŸ˜›

    greetz!!

  2. hmm..
    i also have no idea to give a respon right know..

    but i’m still believe that He will give the best path of our life..

    QOTD:
    “Yesterday is history.
    Tomorrow is mistery.
    But today is a gift. That’s why we called it ‘present’..”

    Sing sabar, Bro..πŸ˜€

  3. akhirnya dah balik lagi… duh sayangnya kemaren waktu ke jogja nggak sempet ngobrol. saya pas ada perlu juga sih…. mampir lah ke rumah…. dah lama nggak nginep ditempat saya kan?? tak tunggu….

  4. @ Fikri:
    Well, bukankah tiap orang itu guru dan sekaligus murid? Bahkan lebih jika dibanding ungkapan “semua orang tua adalah anak”. Hehe, karena tidak setiap anak merupakan “orang tua”. *klo lum nikah ato trlalu kecil khan bukan orang tua:mrgreen: *A
    Jadi gpp lah menggurui saya; malah diharapkan koqπŸ˜‰

    @ Yuan:
    Master Shifu: Master!! Master..
    Master Oogway: Hm?
    Master Shifu: I… I… have… It’s a… It’s a very bad news.
    Master Oogway: Aah, Shifu. There’s just news. There’s no good or bad.
    Master Shifu: Master, your vision… Your vision was right. Tai Lung has broken out of prison. He’s on his way.
    Master Oogway: That is bad news…

    Hahaha… Saya ketawa lama bener pas scene ini, posting ini khan sebelum saya nonton filmnya. So, I was really “enlightened” by master Oogway…πŸ˜†

    @ Candra:
    Yoi, itu istilah baru; tp lisensinya aq putusin GPL koq. So, it’s free…:mrgreen:

    @ Eko:
    iya, fokusnya kemaren CD buat ms Mada, so, buru2 bgt. Insya Allah next round deh…πŸ˜‰

  5. Setidaknya, tidak ada “ekor” dibelakang yg terikut masalah akh.. lah ana.. uah ada 2 ekor… lebih mumet lagi kan mikirnya.. jadi kesimpulannya “untung antum belum punya “ekor”, kan bs tambah mumet mikirnya”

  6. haduh….haduh….pak dhe….
    ak cuman bisa doain….ato klo da yg bs tak bantu bilang ajaπŸ™‚ gk usah sungkan…
    kpn plg kiy….

  7. Kayaknya ada satu pertanyaan lagi yang belum ditulis mas fath, β€œKapan menyempurnakan separuh agama?”

    idem ma jepun… lah jepun emang dah sempurna agama mu? hahahahahah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s