Hubungan antara “pendidikan” dan “pekerjaan” di Indonesia

Kali ini, dari milis Jardiknas; masih tetap dengan kandungan kelucuan 80%+ (dan sekaligus kadar “kenyataan”. This is sooo… real, heheh).
clipped from tech.groups.yahoo.com

Seorang pemuda baru lulus dari SMU. Karena tidak punya biaya akhirnya
dia memutuskan untuk bekerja. Oleh karena itu dia mendatangi pamannya

yang salah seorang pengurus partai politik untuk dicarikan kerja.
“Paman, tolong carikan saya pekerjaan dong” pinta pemuda itu.

“Wah lulusan SMU ya. Kalo gitu kamu jadi pegurus partai aja.” Kata

pamannya.

“Enak jadi pengurus partai, nanti kamu bisa jadi anggota DPR, trus
jadi ketua DPR/MPR, bahkan jadi wakil presiden ato presiden sekalipun

juga bisa” tambah pamannya semangat.

“Wah paman saya gak mau muluk-muluk, saya minta yang sederhana aja,

kaya guru SD misalnya” jawab pemuda itu.

Pamannya berfikir sebentar kemudian berkata “Maaf kalo jadi guru SD

kamu harus sarjana”
blog it

6 responses to “Hubungan antara “pendidikan” dan “pekerjaan” di Indonesia

  1. Pantesan, guru-guru SD di negeri kita pinter-pinter. Malah tu yg di kantor Dewan banyak yang kalah pinter.
    Kerjaan di bidang politisi emang lebih ditentukan oleh “faktor non-otak”…🙄

    Ya ya, sebagian oknum aja; gak semua koq😉
    Jangan kuatir, itu milis arsipnya “public” koq… klik aja linknya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s