Hemingway… So what?

Ya, ini nama theme yang saya pakai sekarang, dan untuk jangka waktu yang lumayan lama, rencananya. Aslinya theme ini juga belum memuaskan saya -beberapa waktu terakhir ini saya emang konsen nyari theme yang “pas”…😉

Udah ada yang nanya/protes, misalnya Eko Nugroho, dan Olive-chan… tapi, gimana yaa… Saya coba jelasin mengapa saya pakai ini. Sebelumnya, sekali lagi, theme ini pun sebetulnya masih kurang pas buat saya.

Pertama yang saya sangat cocok terkait theme ini ialah tata letaknya, secara global; dan juga ada karakteristik khususnya -saya rasa- yang saya suka. Yaitu: sedikit artikel terakhir (dalam hal ini dua terakhir), ditampilkan ringkasannya saja, di awal atau di atas. Gambar, jika ada di awal artikel, tidak ditampilkan di ringkasan. Lalu widget semuanya ada di bawah (atau “dasar”). Udah, itu utamanya. Menurut saya ini sederhana, tapi jenis atau tipe sederhana yang saya inginkan -bukan yang orang lain inginkan😉

Theme ini memberikan tawaran lebih, ada 3 kolom yang disediakan untuk widget, sebetulnya lebih tepatnya ialah Hemingway’s Bottombar™ (di luar kebiasaan). Nah, yang saya sayangkan (pertama) ialah macam blok (widget?) yang terbatas. Hanya ada 6, yakni: Recent Entries, About Page, Category Listing, Blogroll, Pages dan Monthly Archives. Kita tak bisa menambah yang lain. Saya suka mereka ada di bawah saja sebab… seringkali bagian atau tempat widgets tersebut menyita bagian utama; sangat mengganggu saya ketika ada foto atau image yang agak besar, kata-kata di sebelahnya menjadi (hampir) tak kebagian tempat, terlihat tak menyenangkan (saya).

Sebagai perbandingan, Fadtastic misalnya. Fadtastic itu enak juga, menampilkan satu artikel terakhir, sisanya hanya judulnya (satu itu jumlah yang agak ekstrim menurut saya). Jeleknya Fadtastic ini (buat saya lho) ialah, gambar yang ada di awal pun ditampilkan (ini masalah jika gambar agak besar). Seakan belum cukup, itu semua masih ditambah jumlah kolom yang banyak: 3. Oh, hampir lupa… Si Fadtastic ini tidak secara default menampilkan ringkasannya, harus kita tentukan, jika tidak, tampil semua…

Faktor penting kedua: mudah mengubah warna dasarnya; ada dua: hitam, atau putih. Menunjukkan suasana hati menjadi mudah atau cepat😉 Memang, sedikit tampaknya orang yang suka warna monoton, apalagi cuma hitam atau putih.

Nah, yang kurang memuaskan saya adalah (sudah saya sebut sebelumnya) macam widget yang bisa kita letakkan di Bottombar™, sedikit… Sebetulnya, maksud saya bukan 100% soal jumlahnya, tapi soal pilihannya. Misalnya, tak ada widget untuk menampilkan jumlah hits, padahal akan oke jika bisa ditampilkan😉 Yang kedua: sedikitnya pilihan warna, tapi ini tak begitu masalah -buat saya.

Nah, sebagai closing, saya ingat soal warna tadi; waktu membahas tentang warna dan suasana hati, saya tak bermaksud bahwa kalau putih artinya saya sedang gembira atau good mood, lalu kalau hitam berarti saya sedang marah, atau dalam pengaruh dark side:mrgreen:

Mungkin saja, tapi gak selalu (sesederhana) itu…😉

3 responses to “Hemingway… So what?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s