Humor ala orang TI…

Hahaha…:mrgreen:

Ketawa dulu donk. Apanya yang mo’ diketawain, wong belum juga tau ceritanya… Yach, begini ceritanya: malam ini saya sedang melakukan ritual “membersihkan” inbox, dan salah satu email membahas tentang keywords “aku”, “linux” dan “kawin-cerai”. Saya sangka serius, eh… ternyata candaan. Maksudnya, “kawin-cerai” di situ bukan kawin cerai dengan istri/misua beneran, tapi dengan distro…

Posting asli dan selengkapnya bisa dibaca di situs web (blog?) mas Okto, di sini. Bukan si artikel itu saja yang lucu, komentar-komentarnya pun lucu setengah mati… Coba baca aja komentar nomor 7 (di sana tertulis “VII”). Atau, jika malas ke sana, saya kutipkan saja di sini (dengan beberapa editan di style dan error yang muncul):

Wah….. wah….. kalo dapet istri yang gak kenal linux payah lho….. Tapi ini kesimpulanku tentang seorang IT mencari istri… Mint… Debian… Feisty… dll.

Istri idaman seorang IT

Seorang sarjana teknik fisika, angkatan 2003, mencari istri yang selama ini dia idam-idamkan dengan kriteria. Karena dia sangat terobsesi dengan dunia IT, maka ia menerapkan sejumlah syarat yang juga “berbau” istilah IT.

Syarat-syarat itu adalah:
GUI Menarik, harus cantik hingga tidak bosan untuk selalu dipandangi tiap hari sepulang dari kantor.
ROBUST, handal dan tidak mudah capek.
ENERGY SAVER, pintar mengatur jadwal kapan harus istirahat setelah bekerja seharian mengurus rumah, tapi langsung ON ketika dibutuhkan.
NETWORK AVAILABLE, punya jaringan pertemanan yang luas biar nggak kuper.
PORTABLE, siap dibawa kemana saja mengikuti penempatan kerja suaminya.
RESPONSIVE, tau apa yang harus dilakukan dalam kondisi darurat.
PLUG AND PLAY, tidak perlu diajarkan cara penggunaannya saat ada barang/perabot baru di rumah.
ERGONOMIS, pas di tangan dan tidak bikin lelah …
MULTITASKING, mampu mengerjakan beberapa pekerjaan dalam waktu yang bersamaan. Misalnya, memasak di kompor sekaligus mencuci menggunakan mesin cuci dalam waktu bersamaan.
MULTILINGUAL, bisa berbicara dalam minimal 2 bahasa, ketika berhadapan dengan suami dan ketika berhadapan dengan mertua.

Setelah sekian lama, akhirnya dia menemukan sosok yang diidamkan tersebut.
Puas rasanya mendapatkan istri idaman setelah melalui 1000 kota- (jelas dong lewat internet).
Tapi alangkah kagetnya dia ketika mendapati ternyata istrinya juga memiliki satu fitur tambahan, yakni MULTIUSER!

Kalo untuk itu kapan dapet anaknya, beginilah ceritanya jika nanti anaknya tanya ke Bapaknya, Oxxo Silabxxxx…….

“Where do babies come from?”
CHILD: Dad, where did I come from?
DAD: Well, dad and mom met in a chat room on the net. I set up a meeting with your mom and we landed in the bathroom at the Cyber Café.
Then, mom did some downloads from dads memory stick and when dad was ready to upload to mom’s hard disk, we discovered that there was no firewall. Seeing that it was a bit too late to cancel, I just carried on doing the upload. Nine months later, the damn virus then made a copy of files from both mom & dad’s data and expelled it in an email attachment using mom’s address!

Komentar tersebut milik mas Alex Gunawan (saya belum menemukan link ke web atau blog pribadinya). Kata mas Alex di komentar nomor XV (maksudnya nomor “15”) itu sumbernya dari cbn.net.id

Saya ninggalin komentar juga di sana, nomor 25 (ya, “XXV”) jika disetujui…:mrgreen:

12 responses to “Humor ala orang TI…

  1. Okto Silaban said:

    …jangan godain mantan-mantan istriku yah..

    Haha… Saya “menikahi” Slackware sudah sejak 2000an lho mas. Kapan mas sempat ama Slack, waktu disaranin ama mas Will itu? Saya cukup 1 istri saja; yg lain, teman saja…:mrgreen:

  2. Mungkin alasan itu akh Fath ga nikah-nikah,,

    “Saya “menikahi” Slackware sudah sejak 2000an lho mas.”

    ga mau poligami ya??
    heuheuehuehue

    kalo main ke Jogja bw oleh2 lo..

  3. Zetsu said:

    …padahal yang menikahi slackware banyak. trus gimana tu??

    Lhoo… Slackware itu khan merujuk ke “jenis” tho Akh.. Itu tuh ya sperti jenis-jenis ato kategori kaum hawa; ada “perempuan”, da lagi “peyempuan” hehe…:mrgreen:
    Juga kita kenal ada “akhwat”, “ikhwit”, “wanita karir”, “ceweq” etc… Jadi itu tuh g cuma atu, bkn persona😉
    Tp g brarti Slackware=akhwat trus Mandriva=ceweq😉
    Pokoknya ya gtu dech…:mrgreen:

  4. Dodoy said:

    Mungkin alasan itu akh Fath ga nikah-nikah…
    …ga mau poligami ya??

    Bukan itu; nggak ah. Mau aja poligami. Masalahnya, ga’ ada akhwat yg mau dipoligami, apalagi ama Slackware. Turun derajat dunk, dimadu koq ama “system”, ama non-human. Hehe…:mrgreen: Lha wong dimadu ama yg sejenis (sesama manusia/akhwat, maksudnya) aja lum tentu mau koq…😉
    Oleh-oleh? Waduh; antum lagi nabung buat beli komputer, sama nih, lagi beririt ria buat beli HP, pingin ngganti Nokia 3315 yg udah udzur itu, hehe…😉
    Gimana kalo’ traktir 1x makan di Plumbon aja, ok?:mrgreen:

  5. klo dah nikah jgn langsung cerai ya…
    selami dulu dan di cangkul dengan baik…
    bwehehe..he.he…

    jgn dodoy aja yg di traktir aq juga mau!!!!

    tp jgn di plumbon, di WAMA aja yg deketan…

  6. Blame said:

    …tp jgn di plumbon, di WAMA aja yg deketan…

    Jangan di WAMA dunk..😉
    Btw, telat yach; ini tuh posting dr Pctn😛
    Afwan, x laen insya Allah🙂
    kinindan said:

    …lumayan lucu tapi musti mikir dulu…

    Hehe, gitu ituh kalo’ humor yg berasal dr luar bidang qt…😉

  7. Mas…kayaknya bentar lagi saya akan menikahi (busyet deh..Cewek juga ga boleh kalah dalam mengawini Linux) gentoo deh…Wes males nganggo Ubuntu [baca : Linux Mint]

    Toh saya juga mulai bosan bersuamikan Linux Mint…
    Tunggu saja deh tanggal main nya. Hohohohoho.

  8. @Enggar: Siiip…😀
    Betol mbak, kawin-berkawin khan emang urusan smua org; bukan monopoli para lelaki ajah:mrgreen:
    Wah, Gentoo… Heibats! Saya dah banyak dengar/baca karakteristik calon misua mbak Enggar yg satu ini, tp lum sempet ta’aruf dengan dia.
    Kalo’ bener jadi, jangan lupa undang saya di hari “H”-nya ya mbak! *baca: posting aza n ping saya, ntar insya Allah saya mampir*
    Semoga langgeng *eh, do’anya ntar ya harusnya:mrgreen: *

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s