Why I hate Ms. Windows?

Saya pernah diberi pertanyaan seperti itu oleh salah seorang SO™ saya; “mengapa sebegitu bencinya ama Windows?“. Dan barangkali beberapa yang kenal saya juga menyimpan itu di dalam hati atau pikiran mereka, tetapi tak berani/minat untuk mengungkapkannya. Jadi, ngapain sih? Sebenarnya gimana ceritanya?

Well, bagi yang belum kenal sama sekali, perkenalkan, nama saya Fathoni (yeah, ini asli) dan saya adalah seorang Linuxer; artinya pengguna Linux gitu lochLinux sebenarnya nama kernel sebuah sistem operasi (komputer). Klik setiap link, dan Wikipedia dengan senang hati akan menjelaskan istilah-istilah itu. Yang hanya sanggup berbahasa Indonesia ikuti link yang ini: kernel, Linux, dan sistem operasi. Beberapa tahun terakhir ini saya memakai Linux (saja) sebagai sistem operasi pilihan (yang pasti di komputer saya sendiri atau di komputer yang dipercayakan kepada saya).

Tentu saja benar, bahwa sebelum itu saya memakai Windows, just like you, ehehe… Toh umumnya orang Indonesia gitu kan? Tetapi setelah menempuh masa pencarian jati diri (halah…) maka saya mengambil keputusan: Linux sebagai sistem pilihan. Cerita tentang masa pencarian jati diri itu tak pada tempatnya dibahas sekarang; kapan-kapan sajalah…

Jadi, sekarang saya hanya akan menjelaskan topik sesuai judul tulisan ini saja. Pertama tentunya adalah “apakah benar, saya benci Windows?“. Nah, jawabannya, “itu sih ya tergantung“; tergantung kepada apa? Ada beberapa kemungkinan penjelasan, tapi yang paling populer adalah:

  1. Tergantung, “apakah Anda menanyakan hal-hal seputar Windows kepada saya“. Ini bervariasi, ada pertanyaan yang mudah, ada pula yang tingkat lanjut; contohnya saja: bagaimana cara tercepat memanggil Windows Explorer? Jawabannya mudah sekali, saya masih ingat, tekan saja tombol logo Windows dan “e” bersama-sama. Contoh yang sulit: saya lupa password Administrator, dan itu bukan password default, saya sudah set itu, tetapi lupa… Sekarang bagaimana cara me-reset-nya? Wah, saya tidak tahu; dan ngga interest juga…
  2. Tergantung, “apakah Anda mengajak saya berpartisipasi secara signifikan dalam proyek-proyek besar terkait dengan Windows, Microsoft dan/atau teknologi yang bersifat closed source AND non free“. Saya tak bermaksud antipati, ngobrol ringan okelah; perbandingan agama, eh kliru, maksud saya perbandingan teknologi, juga oke saja. Tetapi tidak, untuk yang seperti ini: bagaimana jika kita belajar bersama tentang Windows Terminal Server, dan kita jadikan Lab 1 sebagai tempat untuk pilot project ini? Wah, wah… ngajak perang nich😉
    Note:
    Lab 1 adalah Lab di tempat kerja saya dimana saya menjadi penanggungjawabnya. Contoh ini bukan hanya ofensif secara material, tetapi juga ofensif secara “teritorial”.
    Meski begitu tak berarti saya suka mengerjakan hal macam itu di Lab lain…😉
  3. Tergantung, “apakah Anda membebani saya, atau melibatkan saya ke dalam masalah yang sebenarnya diakibatkan oleh [platform | OS | kelalaian | ketidakpedulian] Anda sendiri“. Contoh yang terkenal untuk ini adalah soal virus (komputer), kita telah sama-sama maklum bahwa virus komputer adalah hal umum atau lazim di dunia Windows; bahkan saking lazimnya, serasa udah seperti kenormalan belaka jika ada serangan virus di komputer kita (yang windowser). Masalah seperti itu seharusnya merupakan tanggungan Anda sendiri; saya akan sangat berterimakasih jika Anda tidak melibatkan saya dalam urusan semacam itu…

Jadi, 3 hal di atas adalah model kasus yang paling populer, artinya paling sering terjadi. Saya pikir kekurangsukaan itu natural, IMHO, bukan karena namanya “Windows” atau karena nama pabriknya “Microsoft”. Tetapi karena ketidakterbukaannya, monopolinya dan ketidakadilannya (saya hampir saja menulis “ketidakfairannya“, tetapi ini tak sesuai EYD, saya kira).

Alih-alih “benci”, saya secara pribadi lebih suka menyebutnya “tidak peduli”, atau boleh juga masa bodo’ (jika Anda enjoy dengan ungkapan yang lebih kasar ini).
Membenci, hanya akan mengotori karma saya😉

Berikut ini kutipan yang mungkin bisa memperjelas apa yang sebenarnya tidak saya sukai.

clipped from www.robson.org

Use real operating systems

Windows 95/98/Me is a shell on top of a 32-bit patch to a 16-bit DOS. Get some real operating systems (Linux, Windows NT, Mac OS, OS/2…) and learn them. You can’t call yourself a linguist if you only know one language, and you certainly can’t call yourself a hacker if you only know one OS.

clipped from www.catb.org

Yes, there are other operating systems in the world besides
Unix. But they’re distributed in binary — you can’t read the
code, and you can’t modify it. Trying to learn to hack on a Microsoft
Windows machine or under any other closed-source system is like trying
to learn to dance while wearing a body cast.

Tentu, di dunia ini ada banyak sistem operasi selain Unix. Tapi sistem-sistem operasi tersebut didistribusikan dalam program jadi (binary) — kodenya tidak bisa Anda baca, sehingga sistem operasi tersebut tidak bisa Anda modifikasi. Belajar hacking di DOS atau Windows atau MacOS adalah bagaikan belajar menari dengan seluruh tubuh digips.

  blog it

Saya tahu, saya dulu juga seorang windowser, dan sampai sekarang pun saya masih bisa memakai atau mengoperasikan Ms. Windows –secara sangat terbatas. Namun sekali lagi itu tidak berarti saya tidak akan bereaksi negatif jika salah satu, atau kombinasi dari tiga model di atas terjadi.

Saya menekankan sekali konsep kebebasan dan keterbukaan. Jadi, silahkan pilih sendiri sistem operasi Anda, lalu pelajari dan perdalam wawasan Anda tentangnya; titik. Saya tak hendak memaksa, siapa pun, sebagaimana saya tak suka dipaksa [memakai | terlibat]. Ya, jujur saja, hampir selalu saya merasa terpaksa memakainya –sampai sekarang.

Ada saat-saat dimana perintah Boss datang tak terhindarkan…😦

Nah, jadi bagaimana? Sekali lagi, tergantung…🙂

NB: saya rasa ada satu saat saya interest membahas Windows😉 yaitu saat membahas teknologi file sharing-nya… Tentu saja dalam kaitannya dengan konfigurasi SAMBA.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s