System Administration – Part 1

Materi ini mengulas bagian terpenting yang harus diketahui & difahami bagi pendatang baru di Linux.  Di sistem operasi ini, pemilik komputer ialah administrator, yakni pemelihara system; orang yang bertanggung jawab atas system.  Jikalau Anda memasang Linux di komputer Anda, tanggungan Anda untuk memeliharanya; dan, walaupun itu bukan di komputer Anda sendiri, tapi pengetahuan tentang administrasi system tetaplah penting.  Karena di kesempatan ini kita juga belajar tentang jaringan komputer, maka kita singgung pula topik jaringan di bagian ini.

Linux adalah system multiuser.  Apa artinya itu?  Artinya: system yang bisa digunakan oleh banyak orang dalam saat yang bersamaan.  Bagaimana bisa?  Bukankah keyboard & mouse serta monitor hanya ada 1, masing-masing?  Mana mungkin dipakai banyak orang dengan serentak?  Jawabnya adalah mungkin, bahkan sangat mungkin; dengan metode atau cara remote login.  Menjadi pemakai Linux, berarti harus faham & biasa melakukan login dan logout.  Pemakai Windows mengenal logout sebagai “logoff”, sama saja.  Tiap pemakai masuk dengan memberikan “nama pengenal” dan “kata sandi” yang khusus.

Nama pengenal tersebut sering disebut “nama user”, atau “user id” (baca: user aydi).  Atau, lebih populer, “user name” (kadang disambung, “username”).  Kata sandi, atau password, tentunya unik bagi tiap pemakai.

Untuk memungkinkan pelaksanaan remote login ini, ada 3 hal yang wajib disiapkan, yaitu:

  1. Koneksi; baik alat maupun mediumnya harus di dalam keadaan berfungsi baik.
  2. Program aplikasi untuk melakukan remote login ini harus telah dipasang atau ada di komputer klien.
  3. Layanan untuk remote login ini harus dibuka terlebih dahulu di komputer target.

Jadi, pertama periksa kabel dan kartu jaringan; jikalau yang Anda pakai adalah “wireless”, cek driver dan panel indikator yang ada di kartu jaringan wireless itu, atau panel yang ada di AP (Access Point).

Berikutnya, tentu program untuk melakukan pekerjaan ini harus sudah ada di komputer klien.  Ada banyak program di Internet untuk ini; jika Anda memakai Windows di klien maka Anda bisa gunakan “putty”.  Atau, minimal Anda bisa gunakan “telnet”.  Jika Anda pakai telnet dari klien Windows maka coba: “Startmenu”, lalu “Run”, dan ketikkan perintah “telnet” diikuti IP komputer target.

Jika Anda memakai putty, ada 3 isian terpenting: hostname, nomor port dan “connection type” (tipe koneksi).  Jelaslah, isian hostname diisi langsung dengan IP komputer target.  Anda bisa menulis nama, tetapi itu terkait dengan pelajaran kelak; untuk saat ini, isilah dengan IP.  Nomor port tentu pastikan berisi angka “22”.  Connection Type dipastikan telah mengarah ke “SSH”.  Setelah “open”, Anda akan bisa melihat tampilnya prompt login.

Apakah prompt login itu?  Bisa diistilahkan: dialog yang akan mencegat tiap orang yang akan masuk ke system.  Di sinilah Anda harus masukkan username tadi, beserta password tentunya.  Jika benar, maka Anda diijinkan untuk masuk ke dalam system.  Note: huruf password yang dimasukkan tak akan muncul di layar.

Jika tlah terlihat prompt berupa karakter “#”, Anda sukses! Anda sukses melakukan remote login.  Selanjutnya, marilah kita masuk ke topik jaringan.

Setelah perangkat ada, maka ada 1 lagi hal penting, “nama”.  Bagaimana mekanisme penamaan atau penyebutan atau bisa disebut identifikasi komputer-komputer dalam jaringan?

Untuk ini, ada 2 atribut penting, masing-masing ialah “IP”, dan “hostname“.  Yang pertama ialah angka, yang terakhir adalah “nama”.  Tentu, yang nomor 1 dari keduanya adalah IP.  Komputer hanya mengenal angka, dan manusia itu lebih mudah mengingat “nama”.

Sesuai yang telah kita pelajari di materi lalu, menyebut satu komputer dalam jaringan bisa dilakukan dengan satu nama singkatnya (yakni hostname yang sesungguhnya), atau bisa pula ala sebutan FQDN (Fully Qualified Domain Name).

Contoh, bila 1 komputer bernama “com1.lab1.smkn1.sch.id” maka ia bisa disebut/dipanggil dengan “com1” saja, atau bisa pula dengan nama lengkapnya (seperti tertulis di atas).

“com1” adalah hostname dan “lab1.smkn1.sch.id” disebut “domain”; domain umumnya menerangkan instansi atau ruang tempat si “host” berada.  Contoh di atas sederhananya berarti “komputer 1 di lab1 SMKN1”, tambahan di bagian ekornya menerangkan SMKN1 yang mana…  Tentunya yang ada di Indonesia; dan SMKN1 ini adalah sekolah (“sch”).

Dengan seting awal, kita masih harus memakai IP; contoh: coba lakukan tes ping ke komputer lain yang diketahi berapa yang diketahui IP-nya.  Coba lakukan ping dengan menyebut namanya.  Bagaimana perbedaannya?

Perintah nework apa pun belum bisa dilakukan dengan nama tapi memakai IP.  Bagaimana caranya agar nama bisa dipakai?  Di sini kita akan pelajari “DNS, mode tradisional”, yakni memakai file “hosts”.

Coba cari di Windows XP file hosts itu; perhatikan, bahwa yang nantinya harus diedit adalah file hosts di dalam folder system-nya Windows.  Buka file ini dengan notepad, lalu ya perhatikan isinya.  Baca informasi di bagian awal dari file itu.

File itu berisi 3 kolom; pertama, paling kiri berisi IP, lalu di tengah-tengah diisi dengan FQDN dan terakhir berisi nama pendek, hostname saja.  Untuk masing-masing komputer Windows, edit file itu, lalu tambahkan entri-entri lain bagi komputer lain, paling tidak untuk komputer itu sendiri dan untuk server Linux.  Jangan disimpan dahulu.  Langsung test ping ke komputer lain memakai nama; pasti tidak bisa.  Dan, sebagai latihan, coba isikan entri untuk komputer-komputer lainnya, masing-masing entri satu baris.  Note:  isi file hosts di tiap komputer tidak harus sama.  Jika komputer B Anda namai “komp-B maka orang lain (di luar Anda dan si B) bisa saja menamai komputer B itu dengan “client-4.

Setelah itu, coba simpulkan kegunaan dan peran file “hosts” bagi semua komputer di dalam jaringan tsb.  Dan coba pula untuk memahami apa saja karakteristik, kelemahan dan kelebihan dari implementasi DNS dengan cara ini.

Setelah bereksperimen, Anda harus bisa membuat tulisan singkat tentang semua yang Anda ketahui tentang topik ini, dan sekaligus sanggup membawakan presentasinya di depan kelas jika diminta.  Selama presentasi, Anda kemungkinan akan menerima pertanyaan dari guru maupun dari rekan Anda sendiri.

Good luck!

Komentar ditutup.