Jika file gagal disimpan…

Ada beberapa faktor yang menyebabkan file gagal disimpan; seperti biasa, error message(s) adalah hal pertama yang menjadi pangkal investigasi. Ada 2 kasus yang munculnya paling sering, yaitu karena:

  • tidak ada ijin, atau tidak ada hak (menyimpan file di lokasi tersebut),
  • tidak ada alokasi tempat kosong lagi, dengan kata lain, disk full.

By default, umumnya pesan kesalahan atau error message(s) ditampilkan dalam bahasa Inggris; jika kita tahu serba sedikit tentang bahasa ini, maka relatif tak ada kesulitan saat mengidentifikasi sebab masalah.

Jika error messages menyatakan “…permisson denied…” maka bisa dikatakan sebab masalah adalah tidak adanya hak.  Dengan kata lain, orang yang melakukan operasi penyimpanan file tsb tidak punya hak (menyimpan/menulis sesuatu) di lokasi yang bersangkutan.  Cek via perintah pwd untuk memastikan Sdr sedang berada di mana, lalu berikan perintah ls -l .. (2 buah titik, serius).  Perhatikan info kepemilikan dari folder tempat Sdr mencoba menyimpan file tadi.  Perhatikan pula mode folder tsb.  Bisa jadi, Sdr memang benar pemilik folder tsb, tetapi, bila mode folder itu “555”?  Tentu Sdr juga tidak bisa (atau, tidak diperbolehkan lebih tepatnya) menyimpan file apapun di sana.  Catatan: mode “555” berarti setiap pihak hanya punya hak baca dan hak eksekusi; bagi folder, hak baca & eksekusi berarti juga hak untuk melakukan pencarian (searching) di dalam folder yang bersangkutan, sekaligus hak untuk masuk ke dalamnya (jadi, jika Sdr tidak punya hak baca & eksekusi ini secara berpasangan, maka Sdr tidak bisa “cd kesana”.  Hak baca diwakili oleh huruf “r”, sedangkan hak eksekusi diwakili oleh “x”.  Mode “555” akan muncul sebagai “dr-xr-xr-x”.

Nah, bila error messages menyatakan “disk full” atau mungkin “…no space left on the device…” maka artinya tak ada tempat lagi untuk menyimpan file.  Tempat habis, gtu singkatnya.

Solusi jika tempat habis, tentu ganti harddisk :-D  Atau, coba hapus file lama yang tak penting lagi.  Jika masalahnya soal kepemilikan, atau perijinan, coba perbaiki atribut atau mode dari folder tsb (jika Sdr punya akses root tentunya).  Jika masalah atribut ini terjadi di folder home Sdr sendiri (walau ini tak lazim), maka Sdr kemungkinan akan bisa memperbaiki mode tsb sendiri.  Yang penting, periksa info kepemilikannya (via perintah ls -l tadi).  Jika pemiliknya orang lain, atau root maka Sdr harus melibatkan si empunya, atau melibatkan root.

Bagusnya, Sdr bisa melakukan semua pemeriksaan atau investigasi ini dari linkungan kerja grafis alias GUI.  Siapa bilang harus dari text mode…  Tentang caranya, Sdr tentu lebih tahu dibanding saya…😉

Sekian dulu…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s