Posted by: hyorinmaru on: 16 Juli 2008
I’m back!™
Hehe akhirnya nulis juga; setelah masa fake holiday yang nyebelin dan ngeselin (bikin kesel badan maksudnya) maka nulis menjadi susah. Kalau dulu sulit karena terlalu sedikit dan masalah kemampuan mengekspresikan (secara saya tu introvert, hehe). Nhaa…, sekarang karena aslinya terlalu banyak bahan yang pingin diceritakan tapi sedikit waktu yang tersedia (plus masalah introversi yang masih juga, hehe).
Seorang teman SMS malam kemarin (ini dini hari, jadi beberapa jam yang lalu adalah “kemarin” khan), isinya sebagai berikut:
“Mbah mo tany, sebenarny beda hashing dgn enkripsi itu gimana to? TerimaKasih b4.”
SMS tanpa diedit, jadi ya harap maklum ama bahasanya; tapi pasti ngerti tho. Bo’ong kalo’ ngaku ga ngerti
Yah kita mulai saja; seperti biasa, gunakanlah 2 tool wajib: Google dan Wikipedia. Berikan kepada Google ini: “define:hash” (tanpa tanda kutip), dan telusurilah atau bacalah hasilnya. Yang paling “enak dan pas” IMHO adalah: “A short value calculated from digital data that serves to distinguish it from other data.” berasal dari sini. Ada lagi yang singkat juga: “A fixed-length value created mathematically to uniquely identify data.” dari sini asalnya. Karena itu, “hashing” tentunya merujuk kepada aktifitasnya, kata kerjanya. Cari saja definisinya jika ingin memeriksa, dengan cara seperti sebelumnya.
Wikipedia menyatakan bahwa, “Hashing may refer to: hash function, hash house harriers, geohash“; ya yang paling relevan tentunya “hash function“. Dari sini, hash function ialah “is any well-defined procedure or mathematical function for turning some kind of data into a relatively small integer, that may serve as an index into an array.” Dengan demikian, hashing kira-kira maksudnya ialah kegiatan memproses data menjadi satu deretan/susunan angka (integer) yang berfungsi untuk membedakan antara data tersebut dari data yang lain. Proses ini terjadi jika data tadi dilewatkan ke sebuah fungsi hash –artikan fungsi sesuai konteks pemrograman komputer, atau matematika. Deretan/susunan angka tadi pendek atau singkat saja, tidak panjang seperti mungkin data aslinya misalnya saja.
Sumber yang lain menyatakan bahwa, hash ialah “A technique for running data through mathematical operations in order to generate a unique “fingerprint”. Any change in the data, either accidental or intentional, results in a completely different fingerprint“.
Gambar di sebelah ini, diambil dari Wikipedia, dan seperti inilah gambaran tentang hash atau hashing itu. Perhatikan bahwa hash sum bersifat pendek dan fix (panjang/jumlah digitnya).
Di sini contohnya teks sederhana, walaupun demikian, data yang hendak diproses bisa apa saja: teks, program, atau file dengan format khusus semacam file DOC, XLS dan lain-lain.
Perubahan sedikit saja di data sumbernya akan menyebabkan “hash sum” juga berubah. Di contoh, “runs” diganti menjadi “walks“.
Lalu, enkripsi itu apa?
Menurut Wikipedia, enkripsi ialah “is the process of transforming information (referred to as plaintext) using an algorithm (called cipher) to make it unreadable to anyone except those possessing special knowledge, usually referred to as a key.” Artinya sendiri jelas ya? Yang harus digali lebih dalam ialah hubungan keduanya sehingga terlihat bedanya. Berikut ini penjelasan tentang enkripsi dari sumber lain:
In cryptography, encryption applies mathematical operations to data in order to render it incomprehensible. The only way to read the data is apply the reverse mathematical operations. In technical speak, encryption is applies mathematical algorithms with a key that converts plaintext to ciphertext. Only someone in possession of the key can decrypt the message.
Analogy: Some aliens come down to earth and give you a safe, and a key to the lock. For purposes of this discussion, the aliens use some magic technology that is beyond our human understanding, and that we will never be able to break into the safe. You steal something, put it into the safe, and lock it up with the key. You hide the key. The police arrest you and confiscate the safe. The only way the police will ever recover this stolen object is when you give them the key. Encryption is the same way; it creates an unbreakable box that you can put data in that nobody can ever get back out unless they have the appropriate key.
Controversy: Encryption has massive philosophical implications when put into widespread use. It means that citizens can hide their data from governments (especially repressive ones) and law enforcement (especially when you are committing a crime). This has the potential of making governments more accountable to the populace. It likewise has the potential of making crime easier.
Key point: Encryption tends to be the strongest link in the chain. When encryption is cracked, it is usually through some other weakness like key distribution or weak passwords.
Contrast: Asymmetric encryption uses different keys for encryption and decryption. Since the most useful form of this is one you keep one key private and make the other public, this is better known as public key encryption. In contrast, symmetric encryption uses the same key for both encryption and decryption.
Notes: Some algorithms popular in cryptography are: DES, rc4 Some popular applications that use encryption are: PGP, web browsers. Some protocols that use encryption are: SSL, IPsec.
Lumayan panjang ya
Terlalu panjang bisa bikin pembaca malah tambah mumet, bukan tambah ngerti; dan jangan salah sangka, saya juga tambah pening
Kesimpulan. Enkripsi tidak sama dengan hashing –saya sulit menerjemahkan “hashing” ke bahasa Indon
Sebelumnya, ini IMHO loh. Kalo ada expert di bidang kriptografi, please, feel free to make a check against my article.
Keduanya beda, bukan cuma tulisannya.
Yah, seseorang pernah bilang ke saya, jika kamu ubah sudut pandangmu, bisa jadi berubah pula penilaianmu…
Nha, penerapan hashing kebanyakan untuk membantu memeriksa integritas data. Misal, ISO distro Linux yang bebas di-download itu, hash sum-nya dicantumkan untuk membantu memastikan bahwa ISO yang di-download benar-benar ISO yang “itu”. Yang asli dari pembuatnya, maksud saya
Wah, kayaknya sampai di sini saja batas kemampuan saya menjelaskan; selain cukup binun mengungkapkan tentu mengandung kesalahan. Mohon yang tahu membetulkannya
Kesalahan itu kadang bukan cuma karena si penyaji “salah”, tapi bisa karena kurang mampu mengungkapkan sehingga yang diungkapkan “salah” (salah kata, salah bahasa, salah urutan, etc). Akhirnya ya “salah” pula lah persepsi pembaca
Ups, koq malah ketawa…
Jazakumullah akh.
Wah puanjang buanget sih artikelnya! Klo pake sms, bisa berapa kali ya…
He..he..he..
Siapa yang sms ya..?
Gaya bahasanya memang g asing..
Lumayan panjang dan bacanya mesti pelan-pelan sekali dan dicerna baik-baik. Thanks for sharing.
wah smsnya itu juga sempat mampir ke inbox saya, tp sayang ngga ada pulsa untuk balasin.. jadi hanya bisa berdoa semoga yg nanya diberi petunjuk oleh ALLAH.. minimal dapet jawaban di mimpi..
kalo setahu saya, hashing itu untuk fingerprinting file, “enkripsi” / metode hashing nya biasanya udah baku.. dan standar..
kalo enkripsi itu yasch tadi metode pengubahan plain text menjadi acak atau chiper text (kalo ngga salah, tp kayaknya salah deh ??..)
16 Juli 2008 pada 5:46 am
Yang saya lebih binun lagi adalah antara istilah kriptografi dengan enkripsi; ah apa pula bedanya…
*hehe, sekalian memblokir “pertamax”
*